Minggu, 26 September 2010

Tamally maak. I'm always with you.


Tamally maak. Ich bin immer bei dir. I’m always with you.

Tamally maak, tamally fe baly we fe alby, Wala bansak. Tamally waheshny, Low hata akoon waiak

I'm always with you, you're always in my mind and in my heart, and I never forget you. I'm always missing you, even when I'm with you.

Sebuah lagu yang indah dengan lirik yang maha indah. Pertamakali mendengarkan karena di-tag seorang sahabat dalam situs jejaring hasil karya Zuckerberg and the gank.
Tak sengaja masuk play list, dan tak sengaja pula sering terdengar. Sehingga datanglah suka. Suka dan mencari liriknya, kemudian mencari terjemahannya. Membaca liriknya, suka menjadi sangat suka bahkan mungkin jatuh cinta.
Dari sekedar bernyanyi-nyanyi dengan riang, sampai akhirnya menjadi tercenung malu. Kapan lirik semacam ini kulantunkan untukNya… Kapan jiwaku bernanyi semacam ini untukNya.. Kenapa jarang, jaraaang sekali kukatakan padaNya, bahwa aku sangat mencintaiNya. Dia yang tetap mencintaiku di saat aku tak memikirkanNya. Dia yang selalu bersamaku, di saat kadang aku merasa jauuuuh sekali dariNya. Dia yang selalu berucap “Tamally maak”, I’m always with you.
Berilah aku kesempatan, ajarlah aku untuk belajar mengatakannya dengan hatiku. PadaMu. Setiap hari. Setiap hembusan nafasku. Setiap detak jantungku.
Tamally maak, tamally fe baly we fe alby. Tamally…