There is special people in this world. We don't ask to be special. We just born this way.
Sabtu, 30 Oktober 2010
Ich bin Javanerin und spreche nicht gut Deutsch
Deutsch.
Deutsch ist eine Fremdsprache für mich. Von ersten Mal habe ich das gewusst “ich mag diese Sprache”.
Am Anfangnovember bin ich in Deutschland gekommen. Ich und die andere Teilnehmer. In meine Klasse gabt es 11 Personen. 7 Personen kommen aus Indonesien, und die andere kommen aus Brazil. Wir haben eine Deutschlehrerin, und naturlich “sie ist eine echte Deutsche”.
Jeden Tag haben wir Deutsch gelernt. Jeden Tag haben wir gesagt : Wie heiβen Sie? Woher kommen Sie? Und naturlich eine Mussfrage HEY, WIE GEHTS???
OK, OK.. alle sind gut und in Ordnung. Aber alles geht schwerer. Warum? Weiβ du doch, dass Deutsch drei Artikel hat?? Der, das und die. Maskulin, neutral und feminine. Jede Artikel hat geändert, in Nominativ, Akkusativ, Dativ und Genitiv. Nicht nur der, das, und die. Sondern auch den, dem, denen und andere der.
SCHEIβE! Diese Sprache ist zu kompliziert!
In Indonesisch oder Bahasa, alle sind einfach. Keinen Artikel, keine Anderung von verbe, die Zukunft und die Vergangenheit sind gleich. Oh,… das ist eine wunderschöne Sprache, oder?
Aber ich bin Javanerin. Javanisch ist auch sehr komplizierte Sprache. Es gibt drei Level : ngoko, kromo und kromo inggil. Umgangsprache, Hochjavanesisch und wirklich Hochjavanesisch. Das bedeutet : Ich kann Deutsch schaffen.
Ich bin Javanerin und spreche nicht gut Deutsch. Aber doch ich gerne auf Deutsch sprechen.
Rabu, 27 Oktober 2010
Cinta Kasih DNA
DNA terdiri dari 4 jenis basa A(Adenine), C(Cytosine), T(Thymine) dan G(Guanine).
Dogma Sentral Genetika Molekuler : DNA akan ditranskripsikan menjadi RNA -> susunan 3 basa RNA membentuk 1 kodon -> 1 kodon akan menyandikan 1 asam amino -> asam amino-asam amino akan menyandikan protein . Protein adalah syarat mutlak di dalam metabolisme.
Aku dan suamiku memiliki banyak hal yang berbeda. Mulai dari golongan darah, dia B dan aku A. Orang juga tau seperti apa umumnya pemilik golongan darah B dan A. Aku tipe worries, dia dapat membuat dirinya nyaman hampir dalam setiap keadaan. Aku berusaha untuk selalu tepat waktu, dia berpendapat ‘kalau bisa nanti kenapa harus buru-buru sekarang’. Aku tipe orang yang sangat memerdulikan detail, dia berkata ‘GBHNnya saja’.
Oh Gott!
Saling jatuh cinta tak membuat tabiat berubah. Bahkan sempat putus saat genap kami pacaran selama 1 tahun. Tapi itulah kejadian yang membawa sebuah pemahaman baru.
2 tahun kami pacaran, dan usia pernikahan kami adalah 2 tahun pada bulan ini. Perbedaan tetap bersemi dengan suburnya. Aku berkata ‘hunny, sesudah pakai semua barang harus dikembalikan rapi ke tempatnya, supaya mudah mencari’. Dia berkata ‘biarlah yang, justru lebih mudah menemukannya kalau berserakan’. ‘yah, bawangnya jangan banyak-banyak, baunya ih.. ‘gapapa, nda. Lebih sedap dan sehat’.
Dia tetap dirinya dan aku tetap diriku. Bagaimana bisa???
Kembalilah pada dogma dari 2 utas DNA. Basa A selalu berpasangan dengan T, dan C selalu berpasangan dengan G. Kenapa? Karena Adenin hanya komplemen dengan Thiamin, dan Citocyn hanya komplemen dengan Guanin. Tidak harus sama, dears... Tidak harus sama untuk bersama. Justru perbedaan itu yang menyatukan, selama kita menyikapi perbedaan dengan bijak. Biarlah aku menjadi Adenine yang ekspresif,melodrama lengkap dengan emosi meledak-ledak, maka dia Thymineku akan menjadi katup yang meregulasi agar aku meledak dengan benar. Biarlah dia menjadi Cytosine yang mengerjakan segala sesuatu sesuai moodnya, maka aku si Guanine dengan gaya militer yang mendisiplikannya. Maka kami menjadi komplemen, dan semoga menghasilkan metabolisme yang indah, untuk banyak hal. Untuk alam semesta.
I wish..
Langganan:
Postingan (Atom)
