Rabu, 18 Agustus 2010

EAT YOUR OWN SMOKE!


Bila melihat tulisan tersebut mungkin anda dapat langsung menyimpulkan bahwa “saya tidak merokok dan anti rokok”. Jawabannya IYA! Kemudian bila anda menanyakan lagi kepada saya “apakah saya tidak suka ada orang merokok?" Jawabnya IYA! Bila anda menanyakan lebih lanjut "apakah berarti saya membenci orang-orang yang merokok itu?" Jawab saya adalah  JELAS TIDAK!
Perlu ada pemahaman dan pemisahan di sini. Bahwa yang saya nyatakan perang di sini adalah  aktifitas merokok.  SAYA BENCI ROKOK, tapi tidak membuat saya membenci orang-orang yang saya cintai yang sampai hari ini mereka terus aktif merokok, dan tidak pula membuat saya mencintai rokok hanya karena orang-orang yang saya cintai juga merokok.
Apakah sistem inti kehidupan saya bebas rokok? TIDAK! Lalu bagaimana saya berani menyatakan perang terhadap rokok. Jawabnya adalah karena saya adalah saya, saya tidak merokok dan merasa memiliki kewajiban moral untuk menyelamatkan diri saya dan juga dan juga sekian banyak manusia lain dari asap rokok yang dijejalkan dengan paksa terhadap kami. Lalu darimana keberanian saya berteriak “Eat your own smoke!”? Jujur saya memerlukan waktu yang sangat lama unutk menyatakan hal ini, bagaimana saya bisa berteriak sedangkan lingkaran cinta  saya tidak secara keseluruhan bebas rokok. Tekad saya menguat  setelah saya membaca kembali  kisah Nabi Nuh As. Benar bahwa beliau tidak mampu mengajak istri dan anaknya, tapi tidak menghalangi beliau membawa orang-orang yang mau diselamatkannya di dalam perahunya. Lalu apakah lagi seorang Ulfa.  Alasan apa yang mampu merekat mulut saya untuk tetap diam?..

Merokok  atau tidak merokok adalah suatu pilihan. Bila anda memilih hidup dengan rokok dan siap dengan segala resikonya, saya hargai pilihan anda. Ini adalah hidup anda. Tapi menurut saya adalah suatu tindakan yang egois, and bahkan SANGAT EGOIS, ketika anda membagi racun dari pilihan hidup anda terhadap orang lain, terutama orang-orang yang anda bilang sebagai orang yang anda sayangi. Dan juga SANGAT EGOIS ketika anda juga menjejalkan ranjau dari pilihan hidup anda terhadap orang yang bahkan anda tidak tahu namanya. Merokok tidak merokok itu urusan anda, tapi tolong jangan bagi asap rokok anda dengan orang yang tidak merokok.

7 komentar:

  1. setuju dengan pernyataan ibu, jujur saya sangat benci melihat orang yang dengan TEGA melihat orang lain menderita akibat asap rokoknya sendiri, sungguh EGOIS dan TIDAK BERPERIKEMANUSIAAN

    BalasHapus
  2. Sebenarnya sudah lama saya jengah dengan tindak kekerasan yang diperhalus dalam bentuk asap rokok. Terimakasih, Bapak Prast atas dukungannya.

    BalasHapus
  3. saya salut dengan sikap ibu, bahwa yang harus dibenci adalah AKTIVITAS MEROKOKnya, bukan ORANG YANG MEROKOK. tetap semangat ya bu

    BalasHapus
  4. InsyaAllah. Makasih ya, pak. Btw, bapak baik amat sih, supportif.. perhatian pula. Dah punya istri belum ya, pak.. hehehe..

    BalasHapus
  5. waduh, telat bu. sayangnya saya sudah punya istri. dia juga sangat tidak suka sama rokok. apa ibu mau daftar jadi istri kedua?

    BalasHapus
  6. wakakak.. jadi ngawur nih acara komennya. Ayah, balik lagi ke YM ya.. Bunda tunggu. Luv ya ayah gendhut!

    BalasHapus
  7. Tulung..tulung..ini mah komen yang orangnya sebelahan wkwkwkwkw. Nice posting! Tulis apa yang kamu kerjakan, dan kerjakan apa yang kamu tulis. Keep writing bu Pras..Tularkan semangatmu kepadaku, lagi muales banget neh nulis hehehehe

    BalasHapus