Jumat, 15 April 2011

Hermaproditkah Saya?



Kalaulah saya menunjukkan wajah saya atau foto saya, tentulah anda bisa langsung mengenali dari planet mana saya datang. Bukan karena kepala saya yang besar dan tidak berambut (seperti kebanyakan visualisasi alien di film-film), namun karena dengan melihat wajah saya anda pasti yakin saya berasal dari planet Venus. He-eh, saya perempuan tulen. Kalau tidak percaya, silahkan tanya pria yang menikahi saya sejak tahun 2008 silam.

Hermaprodit. Secara ilmu biologi didefinisikan sebagai individu yang memiliki 2 alat/organ kelamin, yaitu jantan dan betina.
Apa hubungan saya dengan hermaprodit?
Di Kompasiana saya menggunakan ID: Frau Mushofa. Sebenarnya Frau adalah bahasa jerman dari nona atau nyonya, jadi kurang lebiih artinya adalah nyonya Mushofa. Tapi jelas saya tidak hendak menyalahkan orang yang tidak tahu arti Frau, karena tidak ada kewajiban untuk mengetahuinya.
Sepasang mata yang begitu indah dan cantik (hasil googling) untuk profile picture, ternyata masih kurang mampu memberi keyakinan bahwa saya adalah perempuan, sehingga seringkali mereka yang komen di tulisan saya mereka menyapa  ’mas Frau’. Saya kurang begitu tahu, apakah karena nama Mushofa bisa salah baca jadi Mustofa, atau kalimat saya yang tampak ganteng.

Sampai saat ini pun saya kurang dapat mengerti sepenuhnya kenapa sahabat-sahabat saya kadangkala mengkategorikan saya sebagai perempuan 1/2. Ada yang bilang “saya saja yang teman kamu ga tau kamu itu cewek atau cowok”, kesimpulan ; dia masih ragu jenis kelamin saya. Kadang lagi ketika nimbrung dengan teman-teman cowok (jaman kuliah dulu) yang lagi ngebahas cewek, mereka menekankan “yang kita omongin nih cewek beneran lho ya, bukan cewek jadi-jadian kayak kamu”, yang ini lebih parah karena mereka sudah memvonis bahwa syarat saya untuk masuk kategori cewek beneran masih  belum mencukupi.
Kenapa ya?…

Saya bungsu dari 3 bersaudara, cewek semua. Secara penampilan saya pikir saya cukup perempuan, dari wajah saya pikir saya sangat perempuan (malah katanya cantik, bapak-ibu dan suami saya saja sih yang bilang.hehe….).
Apa karena saya termasuk tipe yang ekspresif dan spontan? Atau karena kadang saya terlalu blak-blakan dan nyolot? Atau gara-gara saya sering terlalu jujur kalau pas kentut? Atau.. apa ya?.. setau saya tidak banyak orang yang tau bahwa beberapa kali saya bertengkar dengan preman pasar gara-gara mereka mau nyopet sahabat saya.. tidak pernah juga saya bilang-bilang kalau jaman SMP saya adalah satu-satunya cewek sekaligus pelopor barisan penerobos pagar saat pelajaran ngaji tambahan di masjid..
Hmmm.. Yowislah, tidak apa-apa dipanggil mbak, tidak apa-apa pula dipanggil mas, tidak apa-apa dibilang perempuan jadi-jadian. Anggep saja saya kaset, ada side A ,ada side B. Yang penting masih bisa bunyi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar