Kalau saya sebut Frankesnstein, apa yang ada dalam bayangan anda?
Terus kalau tanaman Frankenstein apa pula yang anda bayangkan?
Ya manalah saya tau apa yang anda bayangkan. Saya kan tidak dikaruniai keahlian membaca pikiran orang… Kalau saya sendiri, mungkin membayangkan sesuatu yang menyeramkan atau agak mengerikan, begitulah kurang lebihnya.
Saat ini pasti kita sudah sering mendengar istilah transgenik. Trans = perubahan, genik=yang berhubungan dengan genetika. Jadi produk transgenik adalah produk yang mengalami perubahan secara genetika. Terlalu rumitkah kalau saya menyebut perubahan genetika pada suatu organisme? Sebenarnya tidak juga, karena pasti dari jaman SD kita sudah mengenal kata penyilangan dan penyerbukan, disitu juga terjadi perubahan informasi genetika pada organisme baru yang dihasilkan. Bahkan bukankah kita sendiri juga merupakan hasil ‘penyerbukan’ bapak dan ibu kita? Jadi sebenarnya dalam kehidupan sehari-haripun telah terjadi banyak perubahan tatanan gen dalam makhluk hidup. Ada yang disengaja, ada pula yang tidak.
Lalu kenapa ketika muncul isu transgenik lantas semua menjadi menyeramkan? Bahkan banyak negara di Eropa yang boleh dibilang lantang menyatakan anti produk transgenik. Namun anehnya ilmu transgenik cukup pesat di Eropa. Sebuah Institute di Hannover tempat saya belajar ilmu klenik tersebut juga melakukan riset dan merakit tanaman transgenik, tapi untuk produksi mereka harus keluar dari Jerman, mereka melakukannya di Polandia. Entah kenapa seperti itu.
Ketika duduk bersama dan berdiskusi dengan anggota parlemen di Bundesreich, kami juga sempat menanyakan dan membahas tentang produk transgenic di Jerman, tapi jawabannnya juga muter-muter, terlalu politik kalau menurut saya.
OK, mungkin ada sisi-sisi yang dianggap negatif dalam proses rekayasa genetik dalam beberapa sudut pandang, tapi saya pikir apapun bendanya selalu memiliki sisi posistif dan negatif. Namun hendaknya ketakutan itu didasari dengan ilmu atau minimal logika. Kalau anda tidak mau makan produk transgenik gara-gara kawatir sistem gen dalam tubuh anda akan berubah, tentu saja sangat berlebihan. Karena bila hal itu terjadi, harusnya para vegetarian mampu berfotosintesis sendiri. Mereka kan suka sayuran, dimakan mentah pula, tapi kenapa kulit mereka tidak berubah jadi hejo karena klorofil?
Anda seringkali makan daging ayam, tapi kenapa sampai hari ini anda tidak punya ‘telur’ yang bercangkang? Itu karena anda tidak makan gen, tapi makan protein. Apapun yang anda makan akan diurai menjadi asam amino dan kemudian diproses untuk metabolisme tubuh anda.
Mau bilang tidak mau makan produk transgenik ya percuma saja kalo anda adalah pecinta susu kedelai, tahu, tempe beserta kroni-kroninya, karena sebagian besar kedelai yang ada di Indonesia adalah hasil import, dan itu adalah produk TRANSGENIK. Bukan kedelai Frankenstein!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar