Saya. Saya adalah orang yang sungguh-sungguh mencintai negara saya. Bagi saya negara saya adalah suatu kebanggaan, kalau boleh saya taruh negara saya di atas kepala saya. Jangan sekali-kali ada yang memandang rendah, menghina dan atau melecehkan negara saya.
Jika ada yang berani melakukannya, akan saya kutuk dia seumur hidup saya. Apakah kutukan saya manjur? Itu bukan urusan saya, yang penting saya mengutuk! Siapapun yang berani menghina saya, harus menghadapi saya, langkahi dulu mayat saya! Ya tapi kalau mau perang beneran ya jangan ajak-ajak saya,lah. Saya kan bukan tentara, itu kan tugasnya tentara. Saya kan bagian koar-koar saja, saya kibarkan bendera perang dimana-mana, saya nyalakan api kebencian dimana-mana. Sudah itu saja tugas saya. Mau menagih janji untuk melangkahi mayat saya? Ya nanti dululah.. biar saya hidup senang dulu, kemudian mati dengan tenang, baru langkahilah mayat saya.
Saya ini kan warga negara. Jadi saya pikir saya berhak untuk menagih pada negara : “Apa yang bisa negara berikan pada saya?!” Bukankah janjinya negara menjamin kehidupan rakyatnya.. Ya kalau mau menagih balik “apa yang bisa saya berikan pada negara?” ya nantilah, sejahterakan saya dulu baru saya pikirkan apa yang mau saya perbuat untuk negara.
Jangan menagih-nagih saya, tagih saja itu para wakil rakyat yang tidak tau diri dan tidak punya moral. Negara kan tanggung jawab mereka, saya ini rakyat kecil, jangan bebankan negara pada saya. Kalau pimpinan saya bejat ya jangan salahkan saya kalo sekali-kali bikin ulah sedikit bejat. Tuhan nanti pasti sibuk menghitung dosa mereka, jadi dosa saya tidak akan terlihat. Saya yakin Tuhan baik, dan tidak akan meributkan dosa-dosa kecil.
Saya cinta negara ini. Jiwa memiliki saya terhadap negara ini sangat tinggi. Contohnya: jalan itu punya saya. Ya, jalan raya itu punya saya saja, jadi jangan salahkan saya kalau saya enggan berbagi jalan raya dengan yang lain.
Bumi ini, bumi yang saya pijak ini juga bumi pertiwi saya. Saya mau buang sampah di mana juga bukan urusan anda. Daripada sampah menuh-menuhi tas atau mobil saya, kan mending saya lempar ke bumi tercinta. Toh kemungkinan juga ada yang bakal memungut. Kalaupun tidak ada ya paling-paling masuk sungai atau got, ya paling-paling nyumbat saluran air. Ya kalau banjir saya salahkan saja pemerintah setempat yang ga mau telaten ngambil sampah saya.
Sudah, sudah. Jangan protes. Ini negara saya, terserah saya mau bilang apa dan bagaimana. Yang penting saya punya niat untuk membangun negara. Membangun negara dengan sumpah serapah, dan anda lihat saja nanti hasilnya.
Hanya satu harapan saya : semoga anda bukanlah saya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar