Jumat, 15 April 2011

Pertamax, Gan? Puih…


Sejatinya saya boleh dibilang Kaskuser abal-abal. Saya tidak punya KTP di Negara Kaskus, tidak punya ID. Tapi saya rajin sambang, sekedar tengok-tengok atau kadang layeh-leyeh di sana. Saya bisa menemukan beragam informasi. Dari yang serius sampai dengan postingan buat lucu-lucuan saja.
Namun sampai saat ini ada beberapa hal yang saya herankan bahkan kadang saya sayangkan

PERTAMAX.
Apa sih enaknya jadi pertamax, gan? Lha wong yang posting aja ga penting blas buat saya, apalagi yang komen pertama.
Banyak komentator yang ga baca isinya, yang penting jadi pertama komen. Baca Judul aja, jadi kadang komen ga nyambung sama isi.
Hal yang sama sering juga saya temui di Kompas dan KOMPASIANA tercinta. Yang penting baca judul, terus komen. Marah-marahlah, umpat-umpatlah, caci makilah, yang penting komen. Padahal judul bisa sangat menipu.

KEJAR PANGKAT
Saya kurang tau persis bagaimana perubahan/peningkatan status di dalam manajemen Kaskus. Tapi yang sering saya lihat banyak yang posting sampah, repost. Jadi sebenarnya motifnya bukan menulis atau sharing lagi kalau menurut saya, tapi kejar postingan supaya bisa naik pangkat.
Menulis sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan sumber dan keabsahan tulisan, jadinya ya hoax doang. Yang parah seringkali hoax yang bombastis dipake lalapan alias dilahap mentah-mentah sama si agan-agan yang komeng di bawahnya
Tambah lagi kejar cendol, kejar sundulan….. Gak paham saya, gan..
Whatever,… Kenyataanya  meski banyak sampah di sana-sini tetap saja saya pecinta  Kaskus , Kompas dan tentu saja Kompasiana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar